Siapa yang belum pernah liat iklan sabun antiseptik di TV? Pasti semua dah pernah liat dong? Dan para ibu tentunya berbondong-bondong membeli sabun-sabun ini, karena bisa membunuh kuman, supaya keluarganya tidak ada yang sakit kulit. Tetapi terkadang yang terjadi malah kebalikannya, timbul keluhan gatal-gatal, merah-merah ditubuh, dan lain-lain.

“Apa yang salah sih dok dengan kulit saya?? Saya sudah pakai sabun antiseptik setiap hari loh dok, air mandinya juga saya campurkan dengan cairan antiseptik!”

Ada hal yang perlu diingat mengenai si sabun-sabun antiseptik ini, sabun antiseptik mengandung zat-zat yang fungsinya membunuh kuman, yang mana zat-zat aktif ini mempunyai efek samping lain berupa keringnya kulit. Karena lapisan minyak pelindung kulit juga tergerus oleh si sabun. Memang sih tidak langsung efeknya, tapi biasanya akumulatif setelah pemakaian lama/jangka panjang.

“Emangnya kalau kulit kering kenapa dok? kan saya cowok, ga papa kali dok kulitnya kering”

Coba deh perhatikan kulit yang kering, kadang dia pecah-pecah kan? seperti tanah tandus. Nah kalo dia pecah-pecah, proteksi kulit jadi banyak lobang tikusnya, kuman malah bisa masuk. kemudian juga kulit kering ini, pori-pori nya jadi ‘kuncup’ jadi ketika mo keluar keringat rasanya jadi gatal. Dingin juga bisa membuat kulit bertambah kering, yang kulit normal jadi kering, yang kulit kering? jadi tambah kering kerontang.

Masalah kulit akibat kulit kering (Xerosis Cutis) itu gejalanya apa dok?

Seringnya keluhan pasien adalah, gatal ketika kena panas ataupun ketika berkeringat, gatal ketika malam/dingin/ruangan berAC. Rasa gatalnya seperti ditusuk jarum, seperti digigit serangga/nyamuk tapi ga ada serangganya. kadang setelah itu timbul bentol merah, ataupun tidak ada apa-apa tapi gatal saja.

Timbulnya pada daerah kaki, tangan, yang semakin lama menjalar naik (dari betis naik ke paha, dr lengan bawah naik ke lengan atas), kadang bisa sampai kena ke badan

kalau sudah ada gejala seperti ini kemudian pasien ketakutan sakit kulit, kemudian sesuai yang dilihat di TV, menggenjot penggunaan sabun antiseptik.

Terus malah tambah seru garuknya, terus berobat deeeh ke dokter kulit 😀

“saya alergi dingin kali ya dok, abis kalo kena AC saya gatal. tapi anehnya kok kalo kena panas ya gatal juga sih dok??”

Saya ga anti sabun antiseptik kok. Boleh aja kok pake sabun antiseptik untuk sekali-sekali, misalnya anak-anak abis main lumpur, nah boleh tuh pake sabun antiseptik. Tapi saya kurang setuju untuk pemakaian rutin, karena kulit kita itu sakti kok, punya mekanisme pertahanan yang kuat.

Ilustrasi kasus yang saya ceritakan diatas mewakili 80% kasus penyakit kulit yang saya dapatkan selama praktek. Tidak berarti itu semua disebabkan oleh sabun antiseptik. Biasanya sudah ada gangguan kulit lain seperti eksim, atopik/asma kulit, kulit nya memang kering, nah kemudian kondisi tersebut menjadi tambah parah karena pemakaian sabun antiseptik yang berlebihan.

Sekian cerita saya, salam dari dokterkulitku

Kami tidak melayani konsultasi di www.dokterkulitku.com, comment berisi konsultasi akan kami hapus — Pengobatan yang menggunakan obat ataupun krim obat memerlukan konsultasi pribadi. Untuk konsultasi dg dr. Arthur bisa lihat disini. Untuk konsultasi dg dr. Simon bisa disini, ataupun via email: konsultasidokterkulitku@gmail.com — Untuk pemesanan lini kosmetik (non obat) bisa di email ke Info.BPN@dokterkulitku.com kosmetik@dokterkulitku.com (pengiriman dr Balikpapan) ataupun onlineshop@dokterkulitku.com (pengiriman dr Jakarta)