Pasti pernah dengar yang namanya Sindroma Stevens Johnson kan? karena biasanya kalau ada kejadian ini, langsung masuk koran: salah dikasih obat! malpraktek!

 

Pasien Stevens-Johnson yang sudah meluas menjadi Toxic Epidermal Necrolysis

Pasien Stevens-Johnson yang sudah meluas menjadi Toxic Epidermal Necrolysis

1. Sindrom Stevens – Johnson merupakan reaksi alergi berat di kulit yg ditandai dengan kemerahan di kulit, disertai dengan luka lecet biasanya di mata, bibir dan rongga mulut serta kemaluan.
2. Kulit di tubuh dapat juga mengelupas/luka, sedangkan di bibir, sekitar mata dan kemaluan ditandai dengan keropeng yg berasal dari mengeringnya darah. Mata merah dan belekan, bibir hitam
3. Pada awalnya keluhan pasien biasanya adalah demam, nyeri tenggorok dan badan terasa lemas (sulit dibedakan dengan orang sakit flu biasa). Karena keluhan ini biasanya diberi obat2an antibiotik, penurun panas untuk menghilangkan gejala
4. Obat2an yang diketahui sering mengakibatkan reaksi alergi pada Sindrom Stevens – Johnson misalnya golongan alopurinol (obat asam urat), diclofenac (anti rematik), phenytoin (obat ayan) , paracetamol (penurun panas), antibiotik golongan penisilin, sulfa.
5. Selain obat2an, infeksi Herpes Simpleks, Influenza (flu), hepatitis bisa juga mengakibatkan timbulnya Sindrom Stevens – Johnson
6. Pasien yang terkena SSJ harus dirawat di Rumah Sakit, dikarenakan pasien sulit menerima asupan makanan dan cairan, lukanya bisa terinfeksi, saluran napas pun bisa mengelupas/luka, dan juga bisa terjadi komplikasi lain seperti syok akibat kekurangan cairan/infeksi. Angka kematian oleh karena SSJ adalah sekitar 5% (dari 20 orang yang terkena, 1 meninggal)
7. Seringnya bila pasien terkena SSJ yang disalahkan adalah dokternya dianggap salah kasih obat, atau dosis kelebihan. Padahal obat yang diberikan adalah obat2 umum yang selalu dipakai oleh dokter untuk mengobati pasien. Jadi apakah seseorang akan mendapatkan SSJ tidak dapat di prediksi dari awal, kecuali bila sudah pernah terkena penyakit ini dan sudah dipastikan akibat obat tertentu maka hal ini harus disampaikan ke dokter. Kita baru tahu kita alergi udang ketika kita makan udang, dan ketika terjadi alergi udang, muka bengkak2, gatal, yang salah bukan udangnya, dan juga bukan salah koki nya, tapi badan kita sendiri yang salah, karena bereaksi berbeda ketika makan udang, padahal kebanyakan orang tidak kenapa2 ketika makan udang 😉